Jumat, 22 Mei 2009

ASUMSI PERANAN PENGANALISIS SISTEM

RESUME BAB I PERSENTASI

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) BISPAR

A. INFORMASI

Informasi adalah sebuah sumber organisasi dimana harus diatur secara baik seperti sumber daya lainnya.

Terdapat Delapan kategori Sistem Informasi, yaitu:

§ Transaction processing System (TPS)

§ Office Automation System (OAS)

§ Knowledge Work System (KWS)

§ Management Information System (MIS)

§ Decision Support System (DSS)

§ Expert System (ES)

§ Group Decision Support System (GDSS)

§ Executive Support System

Beberapa Teknologi baru diintegrasikan dengan sistem tradisional untuk menghasilkan suatu informasi yang berguna bagi pemakai yaitu E-Commerce menggunakan Web untuk melakukan aktivitas bisnis, Enterprise Resource Planning (ERP) mengintegrasikan banyak sistem informasi yang berbeda dalam suatu perusahaan, Peralatan Wireless and handled termasuk mobile commerce (mcommerce), Open Source Software.

Keuntungan menggunakan Web antara lain yaitu meningkatkan kepedulian terhadap ketersediaan layanan, produk, orang atau group, 24 jam akses users, desain interface standard, menciptakan sistem global.

B. Apakah Analisa dan Perancangan Sistem itu??

Adalah suatu pendekatan yang sistematis untuk:

- Mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan-tujuan

- Menganalisis arus informasi dalam organisasi

- Merancang isitem informasi terkomputerisasi untuk menyelesaikan masalah

Analisis sistem itu menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi.

C. Siklus hidup Pengembangan Sistem

Sebuah pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah bisnis, terdiri dari 7 fase:

1. Fase 1

ü Pengenalan meliputi Masalah, Kesempatan, Tujuan

ü Keterlibatan personal meliputi Analis Sitem, Manajemen User, Manajemen sitem

2. Fase 2

ü Menentukan kebutuhan informasi meliputi Interview manajemen operasi dan personal, Mengumpulkan dokumen system/operasi, Menggunakan questioner, Mengamati system dan keterlibatan personal, Menggunakan pertanyaan who, what, where, when, how, why

ü Keterlibatan personal meliputi Analis system, Manajemen user, Pekerja operasi, Manajemen sistem

3. Fase 3

ü Analisa Kebutuhan Sistem meliputi Membuat data flow diagrams, Dokumen prosedur logic untuk proses data flow diagram, Melengkapi kamus data / data dictionary, Membuat keputusan semistruktur, Mempersiapkan dan mempresentasikan proposal system, Merekomendasikan solusi optimal kemanajemen

ü Keterlibata personal meliputi Analis system, Manajemen user, Manajemen

4. Fase 4

ü Merancang system yang direkomendasikan meliputi :

Melakukan disain user interface meliputi Disain output, Disain input, Disain control system, Disain file dan atau database, Menghasilkan spesifikasi program, Menghasilkan table atau pohon keputusan

ü Personal involved meliputi Analyst, System designer, User management, User operations workers, Systems management

5. Fase 5

ü Mengembangkan dan mendokumentasikan program meliputi

* Disain program computer menggunakan structure charts, Nassi-Schneiderman charts, and pseudicide

* Pembuatan disain program

* Pembuatan program computer

* Dokumentasi software dengan help files, procedure manuals, dan Web situs dengan Frequently Asked Questions

ü Keterlibatan Personal meliputi Analis Sistem, Disainer system, Programmers, Manajemen sistem

6. Fase 6

ü Testing dan Implementasikan system meliputi Test and debug program computer, Test system computer, Peningkatan system

ü Keterlibatan personal meliputi Analis Sistem, Disainer system, Programmers, Manajemen sistem

7. Fase 7

ü Implementasikan dan evaluasi system meliputi Konversi Rencana, Pelatihan user, Pembelian dan installasi perangkat baru, Meng-Convert files, Installasi system, Melakukan Review and evaluasi system

ü Keterlibatan personal meliputi Analis Sistem, Disainer system, Programmers, Manajemen user, Pekerja operasi, Manajemen sistem.

Peningkatan sistem dengan alasan berikut:

Ø Menambah fitur tambahan pada sistem

Ø Kebutuhan bisnis dan pemerintah berubah setiap waktu

Ø Teknologi, hardware, dan software berubah sangat sepat

D. Tool CASE

Tool CASE adalah otomatis, paket software secara microcomputer untuk analisa dan didesain system. Ada empat alasan untuk penggunaan tool CASE yaitu:

1. Untuk meningkatkan produktifitas analis system

2. Perantara komunikasi antara analis dan user

3. Menyiapkan kontinuitas diantara fase siklus hidup

4. Untuk mengetahui pengaruh dari maintenance

Tool CASE dibagi menjadi beberapa katogori yaitu:

* Upper CASE (front-end CASE), digunakan untuk melakukan analisa dan desain

* Lower CASE (back-end CASE).

Tool ini men-geterate kode sumber bahasa program dari disain CASE

* Integrated CASE, melakukan fungsi upper and lower CASE

Analisa dan perancangan system berorientasi obyek

Ø Analisa dan disain berorientasi Obyek/Oriented (O-O) digunakan untuk membuat program berorientasi obyek

Ø Pemograman O-O tidak hanya mencakup kode tentang data, namun juga instruksi tentang operasi yang harus ditampilkan atasnya

Tipe Analisa dan Disain O-O

Ø Ada tiga analisa dan disain O-O :

* Analisa berorientasi Obyek / Object-Oriented Analysis (OOA)

* Disain berorientasi obyek / Object-Oriented Design (OOD)

* Unifield Modeling Language (UML), suatu bahasa standar pemodelan berorientasi obyek

E. Metodologi Alternatif

Me Metodologi alternative adalah tersedia untuk analisa system.

Yang termasuk dalam metodologi alternatif yaitu :

Ø Prototyping

Ø ETHICS

Ø Project champions

Ø Soft System Methodologi

Ø Multi-view

ANALISIS DAN SISTEM INFORMASI

RESUME BAB I PENDAHULUAN

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) BISPAR

1. KONSEP SISTEM

Prosedur adalah rangkaian operasi klerikal, yang melibatkan beberapa orang di dalam satu/lebih departemen yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu.

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

2. k 2 2. KARAKTERISTIK SISTEM

a. Komponen-komponen (Components)

Terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses system secara keseluruhan.

b. Masukan (Input)

Berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan sinyal (Signal Input), contohnya seperti sistem pada komputer, masukan perawatan adalah program dan masukan sinyal adalah data..

c. Keluaran (Output)

Hasil olahan dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna, contoh untuk system computer adalah informasi sebagai keluaran.

d. Pengolah (Process)

Suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

e. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem demi mencapai tujuan yang diinginkan.

3. K 3 3. KLASIFIKASI SISTEM

a. Sistem Tertentu (Deterministic System)

b. Sistem Probabilistik (Probabilistic System)

c. Sistem Terbuka (Open System)

d. Sistem Tertutup (Closed System)

e. Relatively Closed System

f. Artificial System

g. Natural System

h. Manned System

4. JJ 4. JENIS SISTEM

Sistem terotomasi merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol oleh satu/lebih computer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern, yang teerbagi dalam sejumlah kategori, yaitu:

a. On-line System, sistem yang menerima secara langsung mesukan dimana mereka dimasukkan dan menghasilkan keluaran di area dimana mereka diperlukan.

b. Real-time System, sistem yang mekanisme pengontrolan, perekaman data data dan pemrosesan yang sangat cepat dengan hasil yang dapat diterima dalam waktu yang relative sama.

c. Decision support system + strategic planning system, sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian, membantu para manager mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisis statistic dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik, table, chart sebagaimana laporan konvensional.

d. Knowledge-based system, program computer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar.

5. P 5 5. PELAKU SISTEM

a. Pemakai

Pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis pemakai, yaitu Operasional, Pengawas, dan Eksekutif

b. Manajemen

Terdiri dari tiga jenis manajemen, yaitu Manajemen Pemakai, Manajemen Sistem, dan Manajemen Umum.

c. Pemeriksa

Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.

d. Penganalisa Sistem

Fungsinya adalah sebagai arkeolog (menelusuri bagaimana sistem lama berjalan, bagaimana dijalankan, dan segala hal yang menyangkut sistem lama), innovator (membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan), mediator (menjalankan komunikasi dari semua level), pimpinan proyek (personil yang lebih berpengalaman dari pemrogram dan ditunjuk sebelum pemrogram bekerja).

e. Pendesain Sistem

Menerima hasil penganalisa sistem yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan tidak diformulasikan oleh pemrograman.

f. Pemrogram

Setelah diolah oleh pendesain sistem baru, pemrogram dapat mulai bekerja.

g. Personil Pengoperasian

Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer.

6. I 6. 6.INFORMASI

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item, yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya sehingga perlu diproses untuk menghasilkan informasi.

Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat.

Perbedaan informasi dan data sangat relative tergantung pada nilai guna bagi manajemen yang memerlukan.

7. PENGOLAHAN DATA (DATA PROCESSING)

a. Data Input meliputi Recording (transaksi data ke pengolahan data medium), Coding (transaksi data dalam bentuk lain), Storing (untuk pengambilan keputusan).

b. Data Transformation meliputi Calculating, Summarizing, Classifying (terdiri dari Categorizing, Sorting, Merging, Matching).

c. Information Output meliputi Displaying result (manampilkan informasi melalui monitor), Reproducing (penyimpanan data untuk pemakai yang membutuhkan), Telecommunicating (penyimpanan data melalui saluran komunikasi).

8. SIKLUS INFORMASI

Setelah data diproses dan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management), tindakan tersebut akan menghasilkan kejadian yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan diproses seterusnya.

Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

b. Tetap pada waktunya, berarti informasi yang dating pada penerima tidak boleh terlambat.

c. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Selain itu informasi juga harus ekonomis, efektif, efisien dan dapat dipercaya.

Berdasarkan tingkat manajemen, informasi dapat dikelompokkan berdasakan penggunanya yaitu Informasi Strategis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang), Informasi Taktis (digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah), Informasi Teknis (digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari).

Sistem Informasi adalah sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.

Manfaat Sistem Informasi

a. Organisasi; Untuk mengolah transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

b. Bank; Untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening Koran, dll.

c. Perusahaan; Untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

9. ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:

a. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.

b. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.

c. Mengimplementasikan idea tau teknologi baru.

d. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Tahapan dalam menganalisis sistem:

a. Definisi masalahnya

b. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya

c. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan modifikasi sistem tersebut

d. Pilih salah satu alternative yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya

e. Terapkan alternative tersebut

f. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasi dampak perubahan yang telah dilakukan terhadap sistem

10. GLOBALISASI EKONOMI

a.. E-Commerce dan E-Business

Ada tiga tipe dasar aplikasi sistem informasi yang e-commerce dan e-business-enable:

1). Pemasaran image, produk dan layanan perusahaan dalam bentuk sederhana aplikasi perdagangan elektronik.

2). Perdagangan elektronik business to customer (B2C)

3). Perdagangan elektronik business to business (B2B)

b. Keamanan dan Privasi

Mekanisme keamanan dan privasi akan menjadi subjek audit internal yang menjadi hal rutin dalam sistem yang mendukung atau berinteraksi dengan sistem financial

d. Kolaborasi dan Rekanan

Adalah tren bisnis signifikan yang mempengaruhi aplikasi system informasi. Organisasi memilih untuk berkolaborasi secara langsung sebagai rekan kerja dalam usaha bisnis yang masuk akal secara bisnis.

e. Manajemen Aset Pengetahuan

Kebutuhan manajemen asset pengetahuan akan berdampak pada berbagai bidang sistem informasi. Selagi sistem informasi baru dibangun, maka akan semakin diharapkkan untuk focus pada integrasi data dan informasi yang dapat membuat dan memelihara pengetahuan dalam organisasi.

f. Continous Improvement dan total Quality Management

Continous Process improvement untuk mengimplementasikan serangakaian perubahan/perbaikan, perubahan ini mengakibatkan terjadinya efisiensi/peningkatan keutungan dan nilai.

g. Desain Ulang Proses Bisnis

Banyak proses bisnis yang terlalu birokratis dan semua langkah mereka tidak benar-benar mengkontribusikan nilai ke bisnis. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu desain ulang proses bisnis.

h. Aplikasi Enterprise

Bisnis aplikasi inti terdiri dari manajemen financial, manajemen SDM, pemasaran dan penjualan serta manajemen operasi, disatukan dalam satu aplikasi yang dikenal dengan nama aplikasi interprise.

Ø ERP (Enterprise Resource Planning), aplikasi lunak yang mengintegrasikan secara penuh sistem informasi yang mencakup sebagian besar bisnis inti dan mendasar.

Ø SCM (Supply Chain Management), aplikasi perangkat lunak yang mengoptimalkan proses bisnis untuk memperoleh bahan mentah melalui distribusi produk yang telah selesai.

Ø CRM (Customer Relationship Management), aplikasi perangkat lunak yang menyediakan pelanggan dengan akses ke proses bisnis dari permintaan awal melalui layanan dan dukungan penjualan.